Directory
Pokmaswas Padas Gemprah Senduro logo
Community

Pokmaswas Padas Gemprah Senduro

Perbatinan Digital Persungaian Indonesia

Kab. Lumajang, Jawa Timur

About

POKMASWAS PADAS GEMPRAH SENDURO Community-Based Water Resource Monitoring and River Conservation Initiative Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Indonesia Pokmaswas Padas Gemprah merupakan kelompok masyarakat berbasis komunitas yang berkomitmen terhadap perlindungan, pengawasan, pemanfaatan berkelanjutan, dan pelestarian sumber daya perairan serta ekosistem sungai di wilayah Desa Senduro dan sekitarnya, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pokmaswas Padas Gemprah dibangun atas kesadaran bahwa keberlanjutan sungai tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai **pengawas, penjaga, pengguna, sekaligus pelaku aksi konservasi**. Melalui pendekatan *community-based monitoring*, kelompok ini mendorong masyarakat untuk mengenali kondisi sungai, mendokumentasikan perubahan lingkungan, mengidentifikasi potensi permasalahan, serta membangun kolaborasi untuk menghasilkan tindakan nyata. Dalam menjalankan perannya, Pokmaswas Padas Gemprah mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan **pemantauan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, edukasi, dokumentasi lapangan, pengumpulan data, dan pemanfaatan teknologi digital**. Pendekatan ini memungkinkan informasi mengenai kondisi perairan tidak berhenti sebagai catatan lapangan, tetapi dapat menjadi dasar untuk membangun kesadaran, menentukan prioritas tindakan, dan memperkuat kolaborasi antara masyarakat, komunitas, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Salah satu inovasi yang dikembangkan bersama ekosistem **Humanity For Bluewater (HFB Mobile)** adalah pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemetaan dan pendataan sungai, dokumentasi kondisi lingkungan, pelaporan permasalahan, penyebaran informasi, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat berperan sebagai **community environmental observers** yang membantu menghasilkan data dan informasi dari lapangan secara lebih terstruktur. Fokus Permasalahan Pokmaswas Padas Gemprah melihat sejumlah tantangan dalam pengelolaan sungai dan sumber daya air, antara lain keterbatasan data kondisi sungai yang terintegrasi, rendahnya dokumentasi perubahan lingkungan secara berkelanjutan, potensi pencemaran dan kerusakan ekosistem, serta belum optimalnya keterhubungan antara informasi masyarakat di lapangan dengan proses pengambilan keputusan dan tindakan konservasi. Permasalahan tersebut membutuhkan pendekatan yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi **preventif, partisipatif, berbasis data, dan berkelanjutan**. Inovasi dan Pendekatan Pokmaswas Padas Gemprah mengembangkan model pengawasan dan konservasi berbasis komunitas dengan memadukan: pemetaan dan inventarisasi sungai; pengumpulan data kondisi perairan; dokumentasi kondisi lingkungan secara berkala; pelaporan potensi permasalahan sungai; edukasi masyarakat mengenai kelestarian air; pelibatan generasi muda dan komunitas; pemanfaatan teknologi digital; penguatan jejaring kolaborasi multipihak; dan penerjemahan data lapangan menjadi dasar aksi konservasi. Model ini menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima program, tetapi sebagai **aktor utama dalam menghasilkan informasi, mengidentifikasi persoalan, dan mendorong tindakan nyata**. Dampak yang Diharapkan Pendekatan Pokmaswas Padas Gemprah diarahkan untuk menghasilkan dampak lingkungan dan sosial yang terukur, antara lain: 1. Environmental Impact Meningkatkan kepedulian dan kapasitas masyarakat dalam menjaga kualitas sungai, mengurangi potensi kerusakan lingkungan, serta memperkuat perlindungan ekosistem perairan. 2. Community Impact Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemantauan dan pengelolaan sumber daya air serta menciptakan budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap sungai. 3. Data & Decision Impact Membangun basis data kondisi sungai yang dapat membantu komunitas dan pemangku kepentingan memahami kondisi lapangan dan menentukan prioritas tindakan.